Monday, December 7, 2020

Langit diatas Langit


Air yang menitis deras

Membasahi rambut diatas rambut

lalu berbaur dengan air mata

Menangis diambang tertawa susah dibeza

Antara sukma dan kalbu

dipagar kelambu sutera bercahaya

kilau dibalik sinar cahaya

Penuh ungkapan palsu dan dusta


Ah itulah sinar dibumi yang kupijak

setiap mata tidak berkedip memandang

penuh kesal disalut penyesalan

Kemana perginya kuasa rakyat diatas rakyat

selain seibarat sikat dipenuhi rambu kusut

Tali jemali hilang digudang

Air yang jernih hilang didanau

Tasik pun dipenuhi bungkah batu

Benak dipenuhi keinginan beralas impian

Melumat hasrat dan mimpi marahin

kekadang aku bingkas menyap bayang bayang

mimpi dan igauan penuh ranjau

Biar pergi meninggakan kelambu dan ranjang


Langkah mereka kian sumbang

Buah dan umpan kehilangan makna

Kebodohan kita kah ini

laung kini ibarat sang angin malam

yang dihembus raja bersiung

Dari puncak gunung tahan

Meninjau bahu Nabalu yang dingin

Pernah dilanda gempa bumi

Rupanya hikmah agar bersedia siaga

Siang kini seperti kehilangan hari

Malam kehilangan rembulan dan kejora

Entah Rakyat jelata kehilangan apa?


Pena Cahaya Minda.



No comments:

Post a Comment

  Renungan 2020. Tidak jauh terlemper pandangan Lantaran tersekat didrmaga detik Namun fikiran dan zikir Merawang dikaki Langit Samawi Maha ...