Sunday, February 23, 2014

Ikrar pada Khaliq

Kemana menghilangnya ikrar setia
Yang termaktub disepuluh syarat
Wal hal ada tangan diatas tangan
Yang dimentarai dua kalimah
Syahadat dan Tahuid
Lalu jiwa dan raga 
diperdagangkan pada jalan ukhrawi

Alpakah hati insan
Ketika sampai dipersimpangan
Antara Tahuid dan syaitan
Antara dunia dan syahadat
Engkau membelok haluan
Membiarkan jiwa dibuai dunia
Sedang raga hanyut dilautan syaitan

Khilafkah langkah mu insan
Kerana janji ikrar itu
Bukan pada dunia dan isinya
Tapi janji setia dan ikrar pada Sang Khalik
Yang dicatat tinta emas
Bagaikan batu nisan
Yang mendahului syakaratul maut
Dini dibatas fazar
Hanya gigi langit tersenyum
Lakaran contengan purnama semalam
Awan sempat menyapa ceria
Meninggalkan memory malam
Lalu mantari memerintah siang sejagat
Cempati awan eret digengam
Lima benua terjajah
Tanpa saingan

Namun tika senja hadir
Mengukir tasbih dan tahmid
Mantari mengorak sejadah maghrib
Pasrah sujud buat kesekian kali
Seketika dibatas waktu
Mantari sujud lagi diwadah iysak
Sedang purnama bersama bintang
Basah bibir tika lidah berzikir
Dan pasrah membiar masa
Meniti diranjang malam
Hingga hadir siang bergelar esok...........
Salam

Salam digigi waktu
Aku meraba kalimat sastra
Dangkal terpacak dikaki kinabalu
Namun aku cuma pengembara
Buta dan pincang bahasa
Walau sesekali mampu membaca
Riak kalimat tersirat menembusi kalbu

Friday, February 14, 2014

Kegelapan Sinar Kalbu

Kegelapan sinar kalbu

Tabir kegelapan malam kian kalam 
Tidak pernah hadir cahaya menyingkap
Sedang kelawar tidak mampu mengorak sayap
Sang pungguk senyap menjampi mantera
Ungas menangis membakar kemayan
Namun semua tersekat diranjang takdir malam

Seorang atok tua yang bermandikan uban
Tak bosan menganyam zikir,tasbih dan takbir
Bukan hanya dibibir,tapi aras kalbu
Lalu hembusan nafas nya
Mengusir kegelapan malam
Dan sukmanya berwasyiat

Hayati siang dengan alunan kegelapan
Lalui malam dengan tangisan cahaya
Dini dibatas fazar 
Hanya gigi langit tersenyum
Lakaran contengan purnama semalam
Awan sempat menyapa ceria
Meninggalkan memory malam
Lalu mantari memerintah siang sejagat
Cempati awan eret digengam
Lima benua terjajah
Tanpa saingan

Namun tika senja hadir
Mengukir tasbih dan tahmid
Mantari mengorak sejadah maghrib
Pasrah sujud buat kesekian kali
Seketika dibatas waktu
Mantari sujud lagi diwadah iysak
Sedang purnama bersama bintang
Basah bibir tika lidah berzikir
Dan pasrah membiar masa
Meniti diranjang malam
Hingga hadir siang bergelar esok...........

  Renungan 2020. Tidak jauh terlemper pandangan Lantaran tersekat didrmaga detik Namun fikiran dan zikir Merawang dikaki Langit Samawi Maha ...