Langit diatas Langit
Air yang menitis deras
Membasahi rambut diatas rambut
lalu berbaur dengan air mata
Menangis diambang tertawa susah dibeza
Antara sukma dan kalbu
dipagar kelambu sutera bercahaya
kilau dibalik sinar cahaya
Penuh ungkapan palsu dan dusta
Ah itulah sinar dibumi yang kupijak
setiap mata tidak berkedip memandang
penuh kesal disalut penyesalan
Kemana perginya kuasa rakyat diatas rakyat
selain seibarat sikat dipenuhi rambu kusut
Tali jemali hilang digudang
Air yang jernih hilang didanau
Tasik pun dipenuhi bungkah batu
Benak dipenuhi keinginan beralas impian
Melumat hasrat dan mimpi marahin
kekadang aku bingkas menyap bayang bayang
mimpi dan igauan penuh ranjau
Biar pergi meninggakan kelambu dan ranjang
Langkah mereka kian sumbang
Buah dan umpan kehilangan makna
Kebodohan kita kah ini
laung kini ibarat sang angin malam
yang dihembus raja bersiung
Dari puncak gunung tahan
Meninjau bahu Nabalu yang dingin
Pernah dilanda gempa bumi
Rupanya hikmah agar bersedia siaga
Siang kini seperti kehilangan hari
Malam kehilangan rembulan dan kejora
Entah Rakyat jelata kehilangan apa?
Pena Cahaya Minda.

































