Friday, January 31, 2014



         Bagi orang orang kita baik lelaki mahu pun wanita,sematkan didalam hati bahawa kewajiban
  pertama aku adalah berjalan diatas landsan ketakwaandan mendapat keredhaan Allah Ta'ala dan memperoleh keturunan yang baik,kerana itu yang mulia Nabi Muhamad s.a.w.memerintahkan kita mencari jodoh dengan memberikan perhatian terhadap kebaikannya.samada kebaikan itu terdapat dipehak lelaki atau pun wanita.Ada terdapat didalam sebuah hadist Hazrat Abdullah b Umar r.a meriyayatkan bahawa Nabi Muhamad s.a.w. bersabda,didunia ini ada pembekalan hidup dan tidak ada pembekalan hidup yang baik melainkan seorang wanita(Sanad Ibnu majah,kitab nikah bab Afzal nisa Hadis no 1855)
       

Thursday, January 23, 2014

Lambang kesetiaan

Air engakau adalah sahabat
Yang paling setia
Kesetiaan mu ada lah anugrah
Seperti juga mentari dan purnama
Sepanjang hayat taat bertaup
Dengan dunia dan kehidupan
Andai kehidupan tidak menemui mu
Nyata itu adalah kematian
Tapi andainya engkau
Menengelamkan kehidupan
Pasti akan hanyut bersama kematian.

Air sahabat ku
Kita sama sama melihat
Penghuni bumi ini
Mengharap diselamatkan
Saat kehadiran mu yang memanjang
Menjarah setiap negeri dan dearah
Namun kalbu ku sempat membaca
coretan diatas aras mu menyatakan
Aku datang dan pergi
Adalah lambang ita'at dan kesetiaan
Jestru itu aku tidak tahu
Dari mana asal wujud ku
Dan kemana Jasad ku menghilang
Maafkan aku sahabat.

Wasyiat mengenal ulama

Wasyiat mengenal ulama

Ketika aku melewati serambi Alam
Bergema Puisi didekelamasikan pendeta
Para Ulama laksana bintang kejora
Mata Nya bercahaya menangkal fitnah
Nafas Nya Nya dingin,umpama salju
Suara Nya bermadu mendendang hikmah
Tindak Nya bijak beralas sunah
Akal Nya sujud menjunjung wahyu

Ketika aku melayang melewati jagat raya
Bergema nyanyian para petapa
Ada igawan berwajah ulama
Mata Nya membara laksana mentari
Nafas Nya menghanguskan rimba belantara
Suara Nya semboyan merendam fitnah
Tindak Nya lancang beralas fatwa
Akal Nya rakus menjunjung nafsu

Saturday, January 18, 2014



Syukur atas ihsan Allah Ta’ala kerana mereka member taufik kepada kita untuk bergabung dengan Jemaat ini.Diantara ramai yang mendapat taufik mengenali Jemaat ini hasil kebaikan kebaikan orang orang tua mereka,dan kita lahir dalam keluarga Ahmadi,dan ada beberapa orang yang mendapat taufik sendiri dari AllahTa’ala dengan bergabung dalam Jemaat ini melalui acara bai’at.Dan Jemaadini sehingga sekarang tetap berjalan dan Inysa Allah akan terus berjalan,supaya kita dapat bergabung dalam kelompok khas yang kan berperang dengan Syaitan bagi mempertahankan Islam untuk mendapatkan keredhaan Allah.sebab inilah,
Secaraa zahir orang yang menerima aku waktu ini,dia harus berperang dengan jiwanay sendiri.Dia akan  dalam melihat bahawa kadang kadnag saudara saudaranya akan memjauhinya,dia akan dihalang  dalam urusan pekerjaan duniaawi,dia akan mendengar penghinaan,dan juga dia akan mendengar laknat laknat.Tetapi,ganjaran daripada semua ini akan diperolehi disisi Allah Ta’ala.
Hazrat Imam Mahadi.
Hakikat kembara

Kembara jasad ini sudah lama terurak
Ada laluan gelap penuh duri dan berliku
Sedang tongkat terlalu berat diangkat
Kadang langkah terhenti dirantai lumpur
Wal hal bumi merkah ketandusan
Ku cari dimana kompas warisan
Rupanya ketat dikawal para Malaikat

Ku teruskan kembara ini
Terlihat bahtra dari Nezerat
Ada nakhoda ,Tapi kompasnya rosak
Hala tujuan dari benua kebenua
Berbisik sukma ku
Pasti akan tengelam dalam kesesatan
Lalu bahtra itu ku tinggalkan

Ku teruskan kembara ini
Dengan menaiki bahtra keramat
Jasad nakhoda bagaikan ghaib
Sedang bahtra tinggal nama
Kompas pasti tinggal coretan
Juru mudi gemar menabur fitnah
Indah ruang tapi kosong hidayah
Bahtra cemar berwajah duka
Berbisik kalbu ku
Pasti hanyut diamuk gelombang dashat

Ku gagahi kembara ini
Walau sesekali iman diamuk bisikan syaitan
Berkat tongkat teguh ditangan
Akhirnya ku temui bahtra suci warisan Nabi
Dipandu Nakhoda Arif bercahaya
Sedang kompas terhidang terang
Jadi pedoman petunjuk arah
Berbisik sukma kalbu ku
Laluan ini pasti selamat
Buat yang mengaku pencinta Muhamad saw

Nukilan cahaya minda

Thursday, January 16, 2014

KRONOLOGI PERKEMBANGAN ISLAM

570M Kelahiran yang Mulia Hazdrat Nabi Muhammad saw.
610M Hazdrat Nabi Muhammad saw menerima wahyu pertama diGua Hira
615M Orang orang muslim didera oleh puak Quraish
Dan Hijrah pertama
616M Hazdrat Hamzah dan Hazdrat umarAl Hatab Baiat
Dan Hijrah kedua
619M Hazdrat Khadijah (isteri Rasulullah saw) wafat ,melawat taif,perstiwa isra
dan Mi'raj.dan meninggalnya Abu Talib.
622M Hijrah keMadinah
624M Perang Badar
625M Perang Uhud
627M Perang Ahzab.
628M Perjanjian Hudaibiyah.
629M perang Khaibar dan dalam menentang tentra Rom Byzantine.
dan yang Mulia Rasulullah saw menghantar tentra dalam perang
Mu'tah.
630M Fatah Mekah,perang Hunain.
631M Perang Tabuk.
631M Pergi Nya Yang Mulia Rasullah Saw kehadirat Ilahi,dan dengan
titisan air mata membanjiri dunia Islam,dan Pembiatan dengan
Hazrat Abu Bakar Assidiq.
(Sebuah pertanyaan)

Dengan apa gendang ini akan terus ku palu
Agar dedaun telinga boleh mendengar
Dengan apa layar ini akan terus ku kibar
Agar indara mereka melihat
Dengan apa langakah ini terus ku atur
Agar insan mampu mengikuti
Suara sumbangku kian serak
Bagaikan kicau gagak rimba
Sedang gugusan angin kian kencang
Bersama batu karang dilautan
Menghalangi perjalan panjang ini

Ya Illahi Rabbi….
Engkau melihat sampai kedasar sukma ku
Aku teramat lemah dan kerdil
Sehelai rambut yang gugur terbiar
Tak mampu aku mengembalikanya
Tapi ku sahut panggilan kalam itu
Kerana keyakinan ku setinggi angkasa
Biar dan biarlah
Walau jasad ini dibakar neraka dunia
Namun sukma ku pasrah dan redha

Aduhai Insan…….
Renung dan dengarlah sumpah ini
Demi Allah wujud yang Ahad
Tidak ada fatwa yang baru dicipta
Kalimah syahadah teguh tersurat
Tidak ada kalam Illahi yang dirobah
Rukun Islam tetap bertiang lima
Rukun Iman berpalang enam
Jauh sekali syariat baru
Syurga dan neraka itu Haq
Kehidupan ini benar
Kematian adalah pasti
Wahai para ulama
Sesat kah perjalanan ini ????

Nukilan cahaya Minda

Sunday, January 12, 2014



   Hazrat Masih Mau’ud a.s bersabda:
“Doaku ini bukanlah bid’ah melainkan doa seperti ini merupakan satu ibadah dalam Islam yang di dalam shalat selalu kita membacanya dalam 5 waktu,sebab di dalam shalat kita selalu berdoa : Ihdina –shshiraathal-Mustaqim,Shiraatha-Llaziyna an’amta ‘alayhim(tunjukkan lah kami jalan yang lurus,jalan orang orang yang telah engkau beri nikmat atas mereka). Hal tersebut bertujuan bahwa, “Kami memohon dari ALLAH Taala 4 tanda bagi kemajuan iman dan bagi kebaikan umat manusia berupa 4 tanda kebaikan yang luar biasa”.
   Mungkin Saudara-saudara beranggapan bahwa pada waktu itu dari langit muncul suatu tanda yang ajaib , sedangkan saudara-saudara (kita) sendiri berada di bawah ini (permukaan bumi) ini menyaksikan pemandangan yang ajaib tersebut.Pengertian seperti itu merupakan akibat dari salah pengertian mengenai kutipan sabda Hadhrat Masih Ma’ud a.s .
   Huzur a.s memohon satu tanda kebenaran tersebut adalah berupa tanda-tanda perubahan suci yang menakjubkan  di lingkungan Jemaat Ahmadiyyah ,suatu tanda yang akan bercahaya cemerlang untuk selama lamanya .Ini adalah satu tanda yang akan berbicara tentang dirinya.Kalau terlahir seorang lelaki yang benar maka dengan menyaksikannya tidak perlu ada suatu tanda lain lagi.
  Walhasil,Hadhrat Masih Ma’ud a.s telah memberikan atensi (perhatian) kepada Jemaat akan doa “Ihdina –shsiraathal –mustaqiym , shiraata –lladziyna an’amta alayhim—tunjukkan lah kami jalan yang lurus ,jalan orang orang yang engkau anugerahi nikmat atas mereka itu’.Beliau bersabda:
  “Kami memohon 4 macam tanda dalam bentuk 4 kesempurnaan bagi kemajuan iman kami dan bagi kebaikan umat manusia , itu adalah martabat kesempurnaan ,kesolehan(salihin) ,kesempurnaan kesaksian (syuhada) ,kesempurnaan keshiddiqan (shiddiqan),dan kesempurnaan kenabian (nabiyyin).
  Jadi,kesempurnaan khusus dari kenabian adalah dia menerima ilmu-ilmu ghaib dari ALLAH Taala sebagai suatu tanda [Kebenaran dirinya] .Dan doa umum yang dipanjatkan oleh Hadhrat Masih Ma’ud kepada ALLAH Taala natijahnya (hasilnya) sedemikian rupa sehingga beliau dianugerahi maqam (martabat ) kenabian ,dan “kafilah”(jemaat) kita ini berada di belakang kenabian[Hadhrat Masih Ma’ud  a.s]

KTBH HZ V

Thursday, January 9, 2014

Peduka lah Qudrat itu


Terik panas mentari membakar jasad
Kabus dingin malam menyelimuti jiwa
Darah merah dan peluh dingin meraba jasad dan jiwa
Namun panca indra gagal melihat abstrak cahaya
Ku gagahi melangkah walau terpijak ranjau berduri
Akan kah ku temui Sirat Al Hak itu
Jasad,jiwa dan langkah bersatu walau longlai tak bermaya
Dalam kepayahan aku merangkak dan terlina dibuai igawan
Pada pohon kabus malam yang kalam
Jasad,jiwa dan langkah gementar kaku seketika
Seruan benua dakwah mengegar timur,barat,selatan dan utara
Alam dan nefiri zaman menyingkap gegendeng telinga
Irama lagu seruling buluh perindu benua dakwah bergema menyatakan
Wahai mata lihat lah!
Wahai telinga dengar lah!
wahai hati renungkan lah!
Qudrat al Hak itu datang dari Rab Hakiki
Lalu qudrat itu ku dakap erat dan nama Nya meresap ketulang sun sum nadi ku
Aura Qudrat al Hak itu tak ditembusi kejahilan dan kebatilan
Bertapa!!! Peduka lah Qudrat itu
Peduka lah Mujadid itu
Peduka lah Ahmad itu
Dan Peduka lah Al-Masih wa Mahadi
Aduhai insan!!yakinlah Sirat Qudrat itu mengemban amanat
Bertapa sirat Qudrat itu sarat keramat dan hidayah
Bertapa pun sirat Qudrat dipenuhi reranjau duri
Namun sirat Qudrat itu telah diwartakan
Dek Insan kamil yang mulia Rasulullah S.A.W
Baiat lah kamu walau harus merangkak digunung salji
Kerana pasti Mahadi adalah Khalifah Allah
Peduka lah Qudrat itu


Terik panas mentari membakar jasad
Kabus dingin malam menyelimuti jiwa
Darah merah dan peluh dingin meraba jasad dan jiwa
Namun panca indra gagal melihat abstrak cahaya
Ku gagahi melangkah walau terpijak ranjau berduri
Akan kah ku temui Sirat Al Hak itu
Jasad,jiwa dan langkah bersatu walau longlai tak bermaya
Dalam kepayahan aku merangkak dan terlina dibuai igawan
Pada pohon kabus malam yang kalam
Jasad,jiwa dan langkah gementar kaku seketika
Seruan benua dakwah mengegar timur,barat,selatan dan utara
Alam dan nefiri zaman menyingkap gegendeng telinga
Irama lagu seruling buluh perindu benua dakwah bergema menyatakan
Wahai mata lihat lah!
Wahai telinga dengar lah!
wahai hati renungkan lah!
Qudrat al Hak itu datang dari Rab Hakiki
Lalu qudrat itu ku dakap erat dan nama Nya meresap ketulang sun sum nadi ku
Aura Qudrat al Hak itu tak ditembusi kejahilan dan kebatilan
Bertapa!!! Peduka lah Qudrat itu
Peduka lah Mujadid itu
Peduka lah Ahmad itu
Dan Peduka lah Al-Masih wa Mahadi
Aduhai insan!!yakinlah Sirat Qudrat itu mengemban amanat
Bertapa sirat Qudrat itu sarat keramat dan hidayah
Bertapa pun sirat Qudrat dipenuhi reranjau duri
Namun sirat Qudrat itu telah diwartakan
Dek Insan kamil yang mulia Rasulullah S.A.W
Baiat lah kamu walau harus merangkak digunung salji
Kerana pasti Mahadi adalah Khalifah Allah
Perjalanan tersurat

Putaran roda adalah penantuan
Jarak masih terlalu jauh
Dalam remeng gerimis tanpa petir
Sesekali enjin meronta
Licin selekoh amat membosankan
Sesakali hati terlupa,lalai dibuai waktu
Tapi sang bayu menyapa dedaun telinga
Zikir tersirat diperjalanan ini
Terima kasih sang bayu

Malam terus mengurak langkah tua
Namun perjalanan belum pasti noktahnya
sapa rembulan mengelitik kalbu
membakar panas telapak kaki ini
Hingga sesekali lupa ukuran pedal minyak
Tiba tiba tersentak
Lampu brek menyala merah
Ronta enjin diganti gelora ombak
Yang sejak dini memerintah lautan

Putaran Malam terus memahat apa yang tersirat di perjalanan ini
Satu demi satu terungkai
Ah setiap detik ada perstiwa
Dan setiap perstiwa ada kenangan nya
lalu kenangan itu larut dimemah waktu
Gemerlapan lampu bahtra bahtra besar berlabuh
Kian jelas melakar kenangan masa lalu
Aku pernah menjadi penghuni diatasnya
Sang bayu laut seakan mengucap salam pada ku
Dan aku menyahut walaikum salam
Khilafat

Khilafat penyatu dunia
Lantainya cinta seluas lautan
Atapnya sayang setaduh salji
Dindingnya sabar sepanjang zaman
Pilarnya kasih seterang cekrawala

Khalifat penyatu bangsa
Didalamnya tiada Amarah
Namun terbentang mutmainah
Didalamnya tiada keramat duniawi
Namun terdapat mentera doa para Nabi
Yang mengalir bersama nilai nilai Takwa

Ayuh para saudara ahmadi
Bangkit lah dari tidur mu
Sebarkan tamadun ini
Pada dunia,nusa dan bangsa
Agar kelak jasad mu
Dihitung tanpa nista
Hujan

Sepanjang malam rintihan titisan terlalu cepat
Hingga tak mampu ku hitung banyaknya
Seperti tangisan gadis sunti
Yang ditinggalkan kekasih
Soalan ku, bagai bahasa asing
Satu kalimat pun
Tidak kau fahami
Apa lagi mejawab bisu
Bahasa isyarat mu
Aku pula terasa asing

Saat malam kian dewasa
Kau menambah dingin suasana
Hingga mimpi indah tidak hadir mengulit tidur ku
wal tidak ada nyamuk atau kutu busu
Mengemis dalam igawan ini
Akhirnya aku bingkas
Membisikan mentera lewat telinga jendila
Hujan moga kehadiran mu
membawa rahmat dibumi bertuah ini
Dan bukan kesumat dendam

Ketika hari mula dini
kita kian serasi bersahabat
ungkapan mu mula kufahami
Kau hadir atas perintah
Sang Khalik Maha raja buana
Dan sukmaku mengerti
Engkau lebih taat
Dari makhlok kerdil yang tak tahu diri



Walau bagai mana pun,disebabkan sifat Rabubiyat Allah Taala,orang orang  yang tidak berjalan atas landasan ketakwaan juga diberikan nikmat sama seperti orang orang mutaqi ,tetapi ia hanya akan merai nikmat duniawi sahaja.Contohnya cahaya matahari,udara .Berkenaan dengan nikmat tersebut orang orang mutaqi dan orang orang gair mutaqi sama sama mendapatkan nya,Begitu juga dalam bidang ilmu Sains dan hal hal keduniaanyang lain seperti ilmu pengetahuan yang baru,rekaan baru dan sebagainya,mereka tetap akan berhasil jika mereka memeras otak untuk menapatkan ilmu tersebut.Begitu juga para petani yang tidak beragama,mereka tetap memdapatkan hasil sekiranyamereka berusaha separti orang  yang bertaqwa,tidak kira mutaqi atau ghair mutaqi,kedua keduanya akan tetap mendapatkan apa yang mereka usahakan.
Orang orang yang tidak berjalan atas landasan kekwaan,orang orang yang tidak beriman kepada Allah jika Allah tidak memberikan nikmat dari sifat Rububiyat-Nya dan Rahmaniyat-Nya,maka satu saat pun mereka tidak dapat merasakan kehidupan didunia ini.Jadi insane yang telah diciptakan oleh Allah didunia ini,mereka diberikan dua jalan ia itu jalan kebaikan dan jalan kejahatan.Tetapi, dalam beberapa urusan,orang yang melakukan kedua duanya mendapatkan kelebihan beberapa kurnia.




Takwa ialah wadah yang boleh memdekatkan seseorang kepada Allah Ta ala.Dalam Al quraan Allah berfirman  [INNALLAHAMAALAAZIINATAKKWALAZIINA HUMMUHSENUUN] surah An-Nahal ayat 129.terjemaahanya[Sesungguhnya Allah berserta dengan orang orang yang bertakwa dan orang orang yang berbuat kebaikan]Pertama dijelaskan bahawa Alllah Taala bersama sama dengan orang orang yang mereka yang berjalan atas landasan yang benar,yang memandu mereka kearah ketakwaa,dengan ini jelas bahawa didunia ini ada dua golongan manusia.Pertama mereka yang berjalan atas landasan takwa dan berbuat kebaikan untuk mendapatkan keredhaan Allah.Dimana mereka santiasa berusaha untuk melakukan setiap kebaikan agar mendapatkan keredhaan Allah Taala, Jenis insane yang kedua ialah mereka yang memperkatakan sesautu yang baik dan melakukan Sesutu yang baik,tetapi Allah seolah olah tidak ada dihadapan mereka,atau sewaktu melakukan kebaikan,mereka tidak terfikir bahawa Allah sentiasa memperhati,melihat dan menjaga mereka.
Dalam jenis yang kedua ini ada juga yang yakin kepada Allah atau sekurang kurangnya mengakui bahawa Allah yangmenciptakan langit dan bumi  ini adalah Ahad,tetapi dalam melakukan sesautu,mereka tidak terfikir mengenai Allah dan keredhaan Nya.Ada juga yang melakukan sesautu kebaikan tetapi bukanlah tujuan mereka itu agar Allah redha atas mereka.
Dan yang kedua mereka yang tidak pernah yakin kepada Allah sejak dari mula  lagi,mereka tidak percaya akan kewujudan Allah Taala.Berkenaan dengan dua jenis insane ini Allah taala menyatakanAku tidak berseta mereka.Aku berserta dengan golongan orana orang pertama,yang berjalan atas landasan ketakwaan.

Monday, January 6, 2014

IBU

Ibu
Cekal hati mu laksana batu karang dilautan
Dalam mendidik zuriat mu
Sabar Nya hati mu, laksana pantai dipersisiran
Dalam melayan kerenah anak anak mu
Tiada kedengaran sebesar debu keluhan
Tiada terkesan setitik raut kecewa
Bertapa dalam senyum mu, tersirat letih derita
Tidak senoktah pun langkah mu terhenti
Walau segunung kinabalu cabaran menghalangi mu
Namun sekuat halilintar Engkau hadapi

Ibu
Cinta suci mu
Adalah benteng bersinar disatiap ukuf
Kasih suci mu
Adalah penaung hujan dan teriknya kehidupan
Kasih sayang mu
Adalah aura,yang tidak ditembusi kekejaman
Pengorbanan mu
Adalah pasak teguh mencengkam kedasar bumi
Dan doa khusuk mu
Adalah mentera karamat yang mustajab
Yang tidak ditembusi lakhnat dunia

Ibu tersayang...
Nyata aku tak mampu dan tak akan mampu
Membayar semua piautang itu
Walau tergadai dunia dan akhirat ku
Kini,aku hanya membaca kenangan
Yang tersimpan disudut almari hati ku
Setiap kali ku tetap bayangan bingkai potret mu
Sukma ku menyatakan
Maafkan aku ibu
Kerana hanya doa yang mampu ku ukir diperjalanan hidup ku.

Nukilan cahaya minda


Surah Al Fatihah adalah satu surah yang selalu kit abaca didalam setiap sholat.Didalam sebuah hadist banyak nama yang diberikan dan dijelaskan kebaikan kebaikanya.ada jua yang meriwayatkan bahawa Nabi Muhammad s.a.w bersabda *Allah Taala berfirman bahawa Aku telah membahagikan Sholat yakni Surah Al Fatihah,Sebahagian untuk aku dan sebahagian untukhamba hamba ku [Muslim Kitabus  Sholat bab Wujub Qaro”al Fatihah Fi kulli Rakaat……hadist no878]
Yakni sebahagian surah Al Fatihah menerangkan tentang sifat Illahiyah dan sebahagian lagi adalah untuk hamba.
Begitu sekali pentingnya surah ini bahawa setiap orang yang menunaikan sholat hendaklah selalu merenungkan surah ini,dimana sifat sifat Allah hendaklah dihayati sungguh dan berusaha mengambil faeadahnya.Begitu juga dengan merenunginya,doa doa yang dipanjatkan akan mendapat kurnia,dan dalam setiap rakaat sholat hendaknya dibaca dengan penuh teliti yang mendalam.
Begitu juga diingatkan selalu bahawasurah ini ada hubungan dengan Hazrat Imam Mahadi a.s.Rijukan  dari para sufi terdahulu ada menyebutkanya,dan dalam surah Al Fatihah itu sendiri memerangkan tentang nikmat nikmat yang akan di zaman Hazrat Imam Mahadi a.s,dan isyarat untuk menjauhi kejahatan dan kesesatan pun diterangkan dalam surah ini.Oleh itu sangat pentingnya surah Al Fatihah ini bagi orang orang Muslim pada masa ini.

  Renungan 2020. Tidak jauh terlemper pandangan Lantaran tersekat didrmaga detik Namun fikiran dan zikir Merawang dikaki Langit Samawi Maha ...