Wajah dunia.
Engkau terlalu indah
Hati tidak mampu membuat mu bagi potret
kerana memory ini terlalu kecil
Walau jari jemari ini berhempas pulas
menghimpun reranting serata dunia
Danau,sungai dan lautan
Untuk kujadikan pena dan tinta
Ah ternyata aku terlalu kerdil untuk mu
Diatap mu tersisip sang mentari
Cahayanya menembusi lapisan hayat
Dijendela mu,sang purnama mendekap bintang
Wajahnya muram bersalut gerhana
Di bahu mu,gunung terpacak mencakar awan
Kekar gagahnya,menghalang gempita gempa
Di perut mu,daratan dan lautan berpaut kasih
Tempat sang bayu,mengurak selendang
Bertapa tangan ini gagal mendeklamasikan wajah mu
Sebelumnya dan hari ini
Wajah mu terukir senyum berirama rindu
Mungkinkah esok
Sang mentari berhenti bersinar
Bulan dan bintang hilang ditelan gerhana
Gunung,daratan dan lautan hilang gelita
Hembusan nafas sang bayu tak kedengaran
Itulah hari terakhirku merakam wajah dunia.
Nukilan cahaya minda
Monday, December 23, 2013
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
Renungan 2020. Tidak jauh terlemper pandangan Lantaran tersekat didrmaga detik Namun fikiran dan zikir Merawang dikaki Langit Samawi Maha ...
-
Andai esok masih ada Kegilaan ini wajib diusir Kebodohan jangan diberi ruang Lantaran hayat lebih berharga Dari terabai menyunsung bahaya An...
-
Berat beralas gelisah dan gundah Mimpi pun tidak menghadiahkan damai Kicau murai seakan menyapa Mengerti tentang langkah ini Diabaikan ma...
-
CVD sembilan belas Aku wajar menghindar dari mu Bukan aku tidak bertawakal Tapi ku kenal hakikat khauf Destinasi hakikat tawa...
No comments:
Post a Comment