Akan kita biarkan sang matahari membelah bumi
Bulan pula menconteng awan dengan warna yang kian pudar
Bintang mengulum senyum yang pahit
Lautan menghampar selimut geloranya
Pantai sabar diolah mahluk
Belukar kian pupus angkara rakus
Bukit bukau dihiris dan diruntuh tanpa simpati
Rimba dicincang menjadi bandar
Gunung megah mengheret banjaran kerokanya.
Akan dikemanakan kita yang kerdil ini
membuat tafsir tentang matahari
membaca contengan awan
Menghirup pahitnya liur sang bintang
Menahan amukan badai
Meniru sabarnya pantai
Ah!! biarlah belukar,bukit,rimba dan gunung
Mentafsir diri mereka sendiri
Asalkan kita terus berjalan
seperti air yang terus kehilir
Dibiarkan tertinggal asal kita dihadapan
Biar kita dihanyutkan tapi kita tidak tertinggal
Dan pasti kita yang pertama sampai dimuara
Matahari,bulan,bintang,lautan,
Menyanyikan lagu doanya buat kita yang awal sampai,
Nukilan cahaya minda.
No comments:
Post a Comment