Sunday, March 9, 2014

Biar dan biarlah

Aku dan pena ku i Allah akan terus menconteng
Biarlah kalimat ini diangap sumbang
Kerana Bahasa cuma dipetik pada pepohon dipinggir jalan
Pada mantari yang selalu bersinar
Pada cahaya rembulan yang selalu hadir
Pada nur kejora yang tak kunjung bosan
Pada deru sang bayu yang selalu setia
Pada air yang tak akan pernah kering
Pada lautan yang tak pernah tenggelam
Pada sang ombak yang tak pernah sepi
Pada burung yang selalu berkicau
Pada kitab terbuka dan tak akan pernah berubah
Dan pada alam yang didalamnya aku sementara menumpang
Biar dan biarlah seluruh karya pena ku
Dinobat pengemis sastra yang dermawan

Nukilan pena cahaya minda

No comments:

Post a Comment

  Renungan 2020. Tidak jauh terlemper pandangan Lantaran tersekat didrmaga detik Namun fikiran dan zikir Merawang dikaki Langit Samawi Maha ...