Sampai bila zaman berubah
Duka membeku didada sukma
Tika kurenung anak anak peribumi
Yang menghuni desa mu kehidupan
Maafkan kerana diri yang daif ini
Membiarkan kaki dini mu
Diulit lumpur basi yang terlalu tua
Sedang sepatu leka dijinjing
Setiap kali melalui jalan keramat ini
Entah bila keramat ini menjadi nikmat
Atau laluan kerbau menjadi jalan raya
Akankah kubiar kan duka didada sukma ini
Meniti disudut hati yang hampa
Sedang setiap mata menjadi saksi
Ulu,hilir,dan disekitar mu Kehidupan
Menikmati sabah merdeka
Dan engkau terjuntai dianak tirikan
Pada duka yang kian membeku
Usah bertanya dimana pemimpin
Jangan khianat pada pemimpin
Jangan berfikir sampai bila dipimpin
Jangan kacewa terlalu lama menyokong pemimpin
Tapi tanya lah pada setiap pemimpin
Sampai bila zaman berubah
Sebelum terluah semua sukma berubah
Nukilan pena cahaya minda
Sunday, March 9, 2014
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
Renungan 2020. Tidak jauh terlemper pandangan Lantaran tersekat didrmaga detik Namun fikiran dan zikir Merawang dikaki Langit Samawi Maha ...
-
Andai esok masih ada Kegilaan ini wajib diusir Kebodohan jangan diberi ruang Lantaran hayat lebih berharga Dari terabai menyunsung bahaya An...
-
Berat beralas gelisah dan gundah Mimpi pun tidak menghadiahkan damai Kicau murai seakan menyapa Mengerti tentang langkah ini Diabaikan ma...
-
CVD sembilan belas Aku wajar menghindar dari mu Bukan aku tidak bertawakal Tapi ku kenal hakikat khauf Destinasi hakikat tawa...
No comments:
Post a Comment