Sunday, March 9, 2014

Sampai bila zaman berubah

Duka membeku didada sukma
Tika kurenung anak anak peribumi
Yang menghuni desa mu kehidupan
Maafkan kerana diri yang daif ini
Membiarkan kaki dini mu
Diulit lumpur basi yang terlalu tua
Sedang sepatu leka dijinjing
Setiap kali melalui jalan keramat ini
Entah bila keramat ini menjadi nikmat
Atau laluan kerbau menjadi jalan raya

Akankah kubiar kan duka didada sukma ini
Meniti disudut hati yang hampa
Sedang setiap mata menjadi saksi
Ulu,hilir,dan disekitar mu Kehidupan
Menikmati sabah merdeka
Dan engkau terjuntai dianak tirikan

Pada duka yang kian membeku
Usah bertanya dimana pemimpin
Jangan khianat pada pemimpin
Jangan berfikir sampai bila dipimpin
Jangan kacewa terlalu lama menyokong pemimpin
Tapi tanya lah pada setiap pemimpin
Sampai bila zaman berubah
Sebelum terluah semua sukma berubah

Nukilan pena cahaya minda

No comments:

Post a Comment

  Renungan 2020. Tidak jauh terlemper pandangan Lantaran tersekat didrmaga detik Namun fikiran dan zikir Merawang dikaki Langit Samawi Maha ...