Perstiwa yang mabroor
Tanggal 27 mach 2014
Dironga kota
Terpahat perstiwa yang mabroor
Pasti bukan kelana yang tersesat
Kerana dikolam cinta dan kasih sayang ini
Kita bersama menghirup
Dinginya embun rohani
Terhidang didulang syimpusium
Dari titisan makrifat
Yang telah diwariskan
Insan Kamil Pahlawan perdamaian
Lalu setiap titisan air
Mengalir dan berbicara
Ada yang bermadah taufan
Ada juga gurindam jiwa
Sesakali mencela pantun seloka
Terkadang bagai pujangga
Yang mendekelamasi puisi cinta
Namun semua indah
Laksana bebunga mewarnai taman
Sedang kalimat kalam Illahi
Di iring zikir dan tasbih
Tetap ungul bagai juara
Nukilan pena cahaya minda
Wednesday, April 9, 2014
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
Renungan 2020. Tidak jauh terlemper pandangan Lantaran tersekat didrmaga detik Namun fikiran dan zikir Merawang dikaki Langit Samawi Maha ...
-
Andai esok masih ada Kegilaan ini wajib diusir Kebodohan jangan diberi ruang Lantaran hayat lebih berharga Dari terabai menyunsung bahaya An...
-
Berat beralas gelisah dan gundah Mimpi pun tidak menghadiahkan damai Kicau murai seakan menyapa Mengerti tentang langkah ini Diabaikan ma...
-
CVD sembilan belas Aku wajar menghindar dari mu Bukan aku tidak bertawakal Tapi ku kenal hakikat khauf Destinasi hakikat tawa...
No comments:
Post a Comment