Wednesday, April 9, 2014

Perstiwa yang mabroor

Tanggal 27 mach 2014
Dironga kota
Terpahat perstiwa yang mabroor
Pasti bukan kelana yang tersesat
Kerana dikolam cinta dan kasih sayang ini
Kita bersama menghirup
Dinginya embun rohani
Terhidang didulang syimpusium
Dari titisan makrifat
Yang telah diwariskan
Insan Kamil Pahlawan perdamaian

Lalu setiap titisan air
Mengalir dan berbicara
Ada yang bermadah taufan
Ada juga gurindam jiwa
Sesakali mencela pantun seloka
Terkadang bagai pujangga
Yang mendekelamasi puisi cinta
Namun semua indah
Laksana bebunga mewarnai taman
Sedang kalimat kalam Illahi
Di iring zikir dan tasbih
Tetap ungul bagai juara

Nukilan pena cahaya minda

No comments:

Post a Comment

  Renungan 2020. Tidak jauh terlemper pandangan Lantaran tersekat didrmaga detik Namun fikiran dan zikir Merawang dikaki Langit Samawi Maha ...