Wasyiat mengenal ulama
Ketika aku melewati serambi Alam
Bergema Puisi didekelamasikan pendeta
Para Ulama laksana bintang kejora
Mata Nya bercahaya menangkal fitnah
Nafas Nya Nya dingin,umpama salju
Suara Nya bermadu mendendang hikmah
Tindak Nya bijak beralas sunah
Akal Nya sujud menjunjung wahyu
Ketika aku melayang melewati jagat raya
Bergema nyanyian para petapa
Ada igawan berwajah ulama
Mata Nya membara laksana mentari
Nafas Nya menghanguskan rimba belantara
Suara Nya semboyan merendam fitnah
Tindak Nya lancang beralas fatwa
Akal Nya rakus menjunjung nafsu
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
Renungan 2020. Tidak jauh terlemper pandangan Lantaran tersekat didrmaga detik Namun fikiran dan zikir Merawang dikaki Langit Samawi Maha ...
-
Andai esok masih ada Kegilaan ini wajib diusir Kebodohan jangan diberi ruang Lantaran hayat lebih berharga Dari terabai menyunsung bahaya An...
-
Berat beralas gelisah dan gundah Mimpi pun tidak menghadiahkan damai Kicau murai seakan menyapa Mengerti tentang langkah ini Diabaikan ma...
-
CVD sembilan belas Aku wajar menghindar dari mu Bukan aku tidak bertawakal Tapi ku kenal hakikat khauf Destinasi hakikat tawa...
No comments:
Post a Comment