Peduka lah Qudrat itu
Terik panas mentari membakar jasad
Kabus dingin malam menyelimuti jiwa
Darah merah dan peluh dingin meraba jasad dan jiwa
Namun panca indra gagal melihat abstrak cahaya
Ku gagahi melangkah walau terpijak ranjau berduri
Akan kah ku temui Sirat Al Hak itu
Jasad,jiwa dan langkah bersatu walau longlai tak bermaya
Dalam kepayahan aku merangkak dan terlina dibuai igawan
Pada pohon kabus malam yang kalam
Jasad,jiwa dan langkah gementar kaku seketika
Seruan benua dakwah mengegar timur,barat,selatan dan utara
Alam dan nefiri zaman menyingkap gegendeng telinga
Irama lagu seruling buluh perindu benua dakwah bergema menyatakan
Wahai mata lihat lah!
Wahai telinga dengar lah!
wahai hati renungkan lah!
Qudrat al Hak itu datang dari Rab Hakiki
Lalu qudrat itu ku dakap erat dan nama Nya meresap ketulang sun sum nadi ku
Aura Qudrat al Hak itu tak ditembusi kejahilan dan kebatilan
Bertapa!!! Peduka lah Qudrat itu
Peduka lah Mujadid itu
Peduka lah Ahmad itu
Dan Peduka lah Al-Masih wa Mahadi
Aduhai insan!!yakinlah Sirat Qudrat itu mengemban amanat
Bertapa sirat Qudrat itu sarat keramat dan hidayah
Bertapa pun sirat Qudrat dipenuhi reranjau duri
Namun sirat Qudrat itu telah diwartakan
Dek Insan kamil yang mulia Rasulullah S.A.W
Baiat lah kamu walau harus merangkak digunung salji
Kerana pasti Mahadi adalah Khalifah Allah
Thursday, January 9, 2014
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
Renungan 2020. Tidak jauh terlemper pandangan Lantaran tersekat didrmaga detik Namun fikiran dan zikir Merawang dikaki Langit Samawi Maha ...
-
Andai esok masih ada Kegilaan ini wajib diusir Kebodohan jangan diberi ruang Lantaran hayat lebih berharga Dari terabai menyunsung bahaya An...
-
Berat beralas gelisah dan gundah Mimpi pun tidak menghadiahkan damai Kicau murai seakan menyapa Mengerti tentang langkah ini Diabaikan ma...
-
CVD sembilan belas Aku wajar menghindar dari mu Bukan aku tidak bertawakal Tapi ku kenal hakikat khauf Destinasi hakikat tawa...
No comments:
Post a Comment