Hujan
Sepanjang malam rintihan titisan terlalu cepat
Hingga tak mampu ku hitung banyaknya
Seperti tangisan gadis sunti
Yang ditinggalkan kekasih
Soalan ku, bagai bahasa asing
Satu kalimat pun
Tidak kau fahami
Apa lagi mejawab bisu
Bahasa isyarat mu
Aku pula terasa asing
Saat malam kian dewasa
Kau menambah dingin suasana
Hingga mimpi indah tidak hadir mengulit tidur ku
wal tidak ada nyamuk atau kutu busu
Mengemis dalam igawan ini
Akhirnya aku bingkas
Membisikan mentera lewat telinga jendila
Hujan moga kehadiran mu
membawa rahmat dibumi bertuah ini
Dan bukan kesumat dendam
Ketika hari mula dini
kita kian serasi bersahabat
ungkapan mu mula kufahami
Kau hadir atas perintah
Sang Khalik Maha raja buana
Dan sukmaku mengerti
Engkau lebih taat
Dari makhlok kerdil yang tak tahu diri
Thursday, January 9, 2014
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
Renungan 2020. Tidak jauh terlemper pandangan Lantaran tersekat didrmaga detik Namun fikiran dan zikir Merawang dikaki Langit Samawi Maha ...
-
Andai esok masih ada Kegilaan ini wajib diusir Kebodohan jangan diberi ruang Lantaran hayat lebih berharga Dari terabai menyunsung bahaya An...
-
Berat beralas gelisah dan gundah Mimpi pun tidak menghadiahkan damai Kicau murai seakan menyapa Mengerti tentang langkah ini Diabaikan ma...
-
CVD sembilan belas Aku wajar menghindar dari mu Bukan aku tidak bertawakal Tapi ku kenal hakikat khauf Destinasi hakikat tawa...
No comments:
Post a Comment