Hazrat Masih Mau’ud
a.s bersabda:
“Doaku ini bukanlah bid’ah melainkan doa seperti ini
merupakan satu ibadah dalam Islam yang di dalam shalat selalu kita membacanya
dalam 5 waktu,sebab di dalam shalat kita selalu berdoa : Ihdina –shshiraathal-Mustaqim,Shiraatha-Llaziyna
an’amta ‘alayhim(tunjukkan lah kami jalan yang lurus,jalan orang orang yang
telah engkau beri nikmat atas mereka). Hal tersebut bertujuan bahwa, “Kami
memohon dari ALLAH Taala 4 tanda bagi kemajuan iman dan bagi kebaikan umat
manusia berupa 4 tanda kebaikan yang luar biasa”.
Mungkin
Saudara-saudara beranggapan bahwa pada waktu itu dari langit muncul suatu tanda
yang ajaib , sedangkan saudara-saudara (kita) sendiri berada di bawah ini
(permukaan bumi) ini menyaksikan pemandangan yang ajaib tersebut.Pengertian
seperti itu merupakan akibat dari salah pengertian mengenai kutipan sabda
Hadhrat Masih Ma’ud a.s .
Huzur a.s memohon
satu tanda kebenaran tersebut adalah berupa tanda-tanda perubahan suci yang
menakjubkan di lingkungan Jemaat
Ahmadiyyah ,suatu tanda yang akan bercahaya cemerlang untuk selama lamanya .Ini
adalah satu tanda yang akan berbicara tentang dirinya.Kalau terlahir seorang
lelaki yang benar maka dengan menyaksikannya tidak perlu ada suatu tanda lain lagi.
Walhasil,Hadhrat
Masih Ma’ud a.s telah memberikan atensi (perhatian) kepada Jemaat akan doa “Ihdina
–shsiraathal –mustaqiym , shiraata –lladziyna an’amta alayhim—tunjukkan lah
kami jalan yang lurus ,jalan orang orang yang engkau anugerahi nikmat atas
mereka itu’.Beliau bersabda:
“Kami memohon 4
macam tanda dalam bentuk 4 kesempurnaan bagi kemajuan iman kami dan bagi
kebaikan umat manusia , itu adalah martabat kesempurnaan ,kesolehan(salihin)
,kesempurnaan kesaksian (syuhada) ,kesempurnaan keshiddiqan (shiddiqan),dan
kesempurnaan kenabian (nabiyyin).
Jadi,kesempurnaan
khusus dari kenabian adalah dia menerima ilmu-ilmu ghaib dari ALLAH Taala
sebagai suatu tanda [Kebenaran dirinya] .Dan doa umum yang dipanjatkan oleh
Hadhrat Masih Ma’ud kepada ALLAH Taala natijahnya (hasilnya) sedemikian rupa
sehingga beliau dianugerahi maqam (martabat ) kenabian ,dan “kafilah”(jemaat)
kita ini berada di belakang kenabian[Hadhrat Masih Ma’ud a.s]
KTBH HZ V
No comments:
Post a Comment