Thursday, May 9, 2019

Air dan pantai




Tidak mampu ku ukur
Dalamnya cinta air
Pada senja dan pantai
Kerana insan riuh
Porak peranda ditanah
Menyekat air pasang
Lalu kualirkan ketelaga
Agar hayat sementara
Bukan milik kita
Dihiasi percikan air dingin
Mengusir sukma yang racau
Lihat beranda pantai
Pasir tidak musnah
Bersama cinta palsu
Yang zahir diair
Bersama air pasang derita
Nyata kawan tiada
Apa lagi sahabat
Walhal diperjalanan ini
Kita bersama sama
Menyusung air pasang
Dari puncak awan
Tidak pernah tawar
Walau hujan memerintah
Ditekan dan dibenam
Ditanah lapisan ketujuh
Biar langit mendengar
Rintihan insan kelana
Kupandang kiri dan kanan
Tiada sahabat dan kawan
Ah aku cuma berangan
Menempah bayang bayang
Indah seperti air danau
Bertakung didaun keladi
Hakis tanpa kesan
Akhirnya aku mengerti
Gelagat hidup dibuana
Padat menekan sukma
Agar air mata tercurah
Menjadi embun pagi
Akhirnya air dipantai
Terukir lakaran hayat
Lidah tidak bertulang
Selembut air embun
Tidak seperti salji
Jasad akan kedinginan
Tanpa sang suria
Menggadai cahaya terang
Nyata air bukan logam
Terbenam diaras semudera
Air dan ombak
Mengoncang samudera luas
Bahtera yang tiada nakhoda
Menanti pasa karamnya
Anak anak perahu
Pasti tenggelam bersama
Badai kejam menggoncang
Setiap yang terapung
Melainkan yang mengenal asal
Jasad dari air tanah angin dan api
Menyatulah dengan air
Kalis air adalah kematian
Andai air memerintah alam
Hayat pasti tergadai
Kajilah kemana pergi air
Ketika samudera surut
Namun ketika air hilang udara
Setiap kehidupan galau hampa.
Nukilan Pena Cahaya Minda @ 24 March 2019

Image may contain: sky, cloud, ocean, outdoor and nature

No comments:

Post a Comment

  Renungan 2020. Tidak jauh terlemper pandangan Lantaran tersekat didrmaga detik Namun fikiran dan zikir Merawang dikaki Langit Samawi Maha ...