Anjung alam yang damai
Gabungan fenomena ciptaan Illahi
Hanya insan samawi
Mengerti lantas menghargai
Nilai setitik air dari langit
Membasahi bumi yang tandus
Dari setitik menjadi danau
Lalu mengalir menjadi sungai
Gabungan fenomena ciptaan Illahi
Hanya insan samawi
Mengerti lantas menghargai
Nilai setitik air dari langit
Membasahi bumi yang tandus
Dari setitik menjadi danau
Lalu mengalir menjadi sungai
Kini sukma menghayati
Suaramu memecah sepi
Unggas dan haiwan merakam
Kau himpun kekuatan
Sehingga tiada kuasa menghalang
Arus deras menerpa benteng
Bebatuan pepohon dan bumi
Akur tiap titisan tenaga mu
Memerintah di alam nyata
Suaramu memecah sepi
Unggas dan haiwan merakam
Kau himpun kekuatan
Sehingga tiada kuasa menghalang
Arus deras menerpa benteng
Bebatuan pepohon dan bumi
Akur tiap titisan tenaga mu
Memerintah di alam nyata
Tapi dimana insan seperti aku
Sering dipinggir dan diusir
Dari gelanggang genangan air
Wajah memukau jernih
Selaput balut aras air
Diputar arus dan pusar
Lalu bayang bayang diair
Berkocak tampil bagai lembaga
Yang mengerikan pandangan
Namun molekul air kian jelas
Haluan ku dihanyut gelombang
Nyata air dan api tidak bersahabat.
Sering dipinggir dan diusir
Dari gelanggang genangan air
Wajah memukau jernih
Selaput balut aras air
Diputar arus dan pusar
Lalu bayang bayang diair
Berkocak tampil bagai lembaga
Yang mengerikan pandangan
Namun molekul air kian jelas
Haluan ku dihanyut gelombang
Nyata air dan api tidak bersahabat.
Nukilan Pena Cahaya Minda @ 26 March 2019

No comments:
Post a Comment