Friday, May 10, 2019

Selamat Tinggal Negeri ku.


Sungguh berat Mata merenung
Berat lagi kaki melangkah
Kian Ku renung Kian dalam kerinduan
Serabut sukma ku berkecamuk
Hala tuju mengikut rasa
Andai badai menghalang
Aku harus jadi pejuang
Selamat tinggal tanah tumpah darahku
Tempat gugur lagi dikenang
Inikan pula tempat tutuban bersemayam
Nama ku terpahat dilereng Nabalu
Air Mata ku penawar rindu
Ramadan dekad ini aku di rantau.
Sedikit yang memahami
Sukma tercalar lantaran dunia
Harta lebih mereka cintai
Dari harga cinta kasih keluarga
Walhal itu Yang adalah warisan
Yang mendarah dalam daging
Usirlah sangka Salah mu
Agar Iman tidak terbakar
Lantas muncul fitnah berakar.
Nukilan Pena Cahaya Minda @ 8 May 2019

Image may contain: one or more people, sky, cloud, outdoor and nature

No comments:

Post a Comment

  Renungan 2020. Tidak jauh terlemper pandangan Lantaran tersekat didrmaga detik Namun fikiran dan zikir Merawang dikaki Langit Samawi Maha ...