Friday, January 17, 2020

Sampai Tapi Terlambat


Aku seperti debu yang tidak berharga
Langkahku sering kecundang
Dianggap curang pada langit
Kegagalan sudah lama bersahabat
Namun aku setia bersyukur
Kerana aku punya Maha Pencipta
Setiap insan yang diluar jalanNya
Pasti akan selalu menjatuhkan aku
Mereka menganugerahkan piala kesedihan
Walhal itu cuma kelakuan tangan yang lemah
Pasti tidak bererti dijalanNya

Dilangit aku tidak bersendirian
Dia selalu menurunkan hidayah dan pertolongan
Menjaga apa jua yang aku miliki
Hata yang tidak berharga dimata mereka
Walhal mendapatkan sesuatu terlalu sukar
Tapi segalanya kupasrah digerbang Illahi
Yang Maha Kaya hanya Dia
Pemilik dan Penguasa zarah dibumi
Jestru aku bermohon hanya pada Dia
Apa pun milikku adalah milikNya
Pasti Dia tidak abaikan
Walau pun sebutir debu.

Andai aku seorang jutawan
Sebutir pasir yang kumiliki
Akan dihargai seperti permata
Namun saat miskin dimata dunia
Segala milikku tidak bermakna
Buat insan yang merasa dilangit
Atau sudah dipuncak Nabalu
Kejora dan purnama jadi saksi.

Nukilan Pena Cahaya Minda,
7 September 2019

No comments:

Post a Comment

  Renungan 2020. Tidak jauh terlemper pandangan Lantaran tersekat didrmaga detik Namun fikiran dan zikir Merawang dikaki Langit Samawi Maha ...