Friday, January 17, 2020

Wajah Angin




Sepoi sepoi bertiup
Suara angin membakar
Wajahnya yang tersimpan
Diawan gemawan tinggi
Bumi ku tertinggal
Dialam hakikat
Akhir nya membakar daun
Yang berselerak diukuf
Mencari debu diterbangkan
Meratap warna dedaunan
Mendendang tangis kerinduan
Bayu tidak pernah menyapa
Cuma usapan halus
Tanda legasi leluhur
Yang terlepas dari warisan
Tidak akan dimeterai
Antara wacana dan deklarasi
Anjakan paradigma silam
Kekal menjadi petanda aras
Bangsa itu akan terabai
Dan pasti sebagai legenda
Kelak cuma batu nisan
Bisu kaku terpaku ditelan masa
Ah biar pun cuma pondok
Atap teranyam daun daun silat
Tapi memberikan ketaduhan
Serangan hujan dan mentari
Mereka yang menumpang sesaat
Tidak pernah menobat
Ucapan terima kasih
Pada insan yang mengadai masa
Hingga terwujud tiang sari
Apa lagi bersyukur pada Illahi
Yang memberikan bumi
Tanpa sewa dan pajak
Melainkan perjanjian yang halus
Antara Khaliq dan Insan.

Nukilan Pena Cahaya Minda, 
27 November 2019

Image may contain: sky, ocean, outdoor and nature

No comments:

Post a Comment

  Renungan 2020. Tidak jauh terlemper pandangan Lantaran tersekat didrmaga detik Namun fikiran dan zikir Merawang dikaki Langit Samawi Maha ...