Malam tidak pernah bertukar Siang
Kerana Siang Lailatul Qadar tak berwujud
Setengah abad aku jadi saksi
Malam tetap malam
menghampar selimut kegelapan nya
Sinar purnama bersatu dengan kejora
Namun berkuasa cuma di batas waktu
Sang bayu menghembus gumpalan asap
Ternyata terkandas di aras ranjang langit
Kerana Siang Lailatul Qadar tak berwujud
Setengah abad aku jadi saksi
Malam tetap malam
menghampar selimut kegelapan nya
Sinar purnama bersatu dengan kejora
Namun berkuasa cuma di batas waktu
Sang bayu menghembus gumpalan asap
Ternyata terkandas di aras ranjang langit
Aku menebus rongga Malam
Suara tangisan bertali arus doa
Dari seorang ayah tua renta
Uban memenuhi umbun umbunnya
Nafas tersekat sekat menyusun kelimat
Ampuni aku Isteri ku anak anak Ku
Kedua ibu bapa ku ibu dan bapa mertuaku
Anak anak menantu ku
Abang kakak dan adik adik Ku
Atuk atuk dan para nenek ku
Keponakan dan kaum kerabat ku
Ahli Islam hakiki di merata dunia
Yang Ku kenal mau pun tidak
Ya Illahi Rabbi Engkau Maha pengampun buat kami
Engkau menyintai peminta ampun
Maka ampuni kami ya Illihi Rabbi
Suara tangisan bertali arus doa
Dari seorang ayah tua renta
Uban memenuhi umbun umbunnya
Nafas tersekat sekat menyusun kelimat
Ampuni aku Isteri ku anak anak Ku
Kedua ibu bapa ku ibu dan bapa mertuaku
Anak anak menantu ku
Abang kakak dan adik adik Ku
Atuk atuk dan para nenek ku
Keponakan dan kaum kerabat ku
Ahli Islam hakiki di merata dunia
Yang Ku kenal mau pun tidak
Ya Illahi Rabbi Engkau Maha pengampun buat kami
Engkau menyintai peminta ampun
Maka ampuni kami ya Illihi Rabbi
Nukilan Pena Cahaya Minda
@27.May.2019

No comments:
Post a Comment