
Dibumi asing ku rakam wajah pagi
Dalam dingin menyelimuti jasad
Mentari mengusir salju dingin
Setelah empat purnama berkuasa
Detik itu dedaun merangas
Kabus dingin bagai tentera
Meronda disetiap sudut
Memaksa jasadku bersembunyi
Dibalik baju tebal panas
Dalam dingin menyelimuti jasad
Mentari mengusir salju dingin
Setelah empat purnama berkuasa
Detik itu dedaun merangas
Kabus dingin bagai tentera
Meronda disetiap sudut
Memaksa jasadku bersembunyi
Dibalik baju tebal panas
Aku telah tinggalkan kenangan
Dibumi bertuah penuh berkah
Lalu kenangan meniti dikaki Langit
Menabur wangian dilapisan awan
Harum tersebar dialam
Mengusir jauh setiap prasangka
Tentang cadar pengoles mimpi
Lalu mimpi menjelma nyata
Dibumi bertuah penuh berkah
Lalu kenangan meniti dikaki Langit
Menabur wangian dilapisan awan
Harum tersebar dialam
Mengusir jauh setiap prasangka
Tentang cadar pengoles mimpi
Lalu mimpi menjelma nyata
CVD abad dua puluh satu
Ku cabar wujud gagah mu
Terbanglah keistana mentari
Bertarunglah digelanggang membara
Disana sinar marik menunggu mu
Andai kau kecundang tewas
Bersumpahlah untuk meninggalkan bumi
Seabad masa mendatang
Baru kau muncul kembali
Tapi bukan penyebar virus Corona.
Ku cabar wujud gagah mu
Terbanglah keistana mentari
Bertarunglah digelanggang membara
Disana sinar marik menunggu mu
Andai kau kecundang tewas
Bersumpahlah untuk meninggalkan bumi
Seabad masa mendatang
Baru kau muncul kembali
Tapi bukan penyebar virus Corona.
Nukilan Pena Cahaya Minda
9 April 2020
No comments:
Post a Comment