Thursday, April 9, 2020

Siapalah Aku

Haru biru warna awan ku conteng
Tangan dihulur sudah
ke samudera kota dan Nabalu
Hanya sinis sang bayu
kedengaran memecah sepi malam
Tempua gamat beriuh
Ketawa para pahlawan
Isyarat sebongkah kekecewaan
Di alam perjuang adalah biasa
Aku seperti pengemis tergis
Selalu terusir keluar jalur
Lalu sebuah pertanyaan
Dari lapisan langit
Memaksa ku memahami
Benarkah sirat langkah ku?
Terkial kial di padang
Mengharap yang pasti tak ada
Kan Rabb mu wujud?
Kenapa mendamba simpati
Pada mahkluk merasa aku Dan aku
Lalu kelopak indra menangis
Secengeng anak kecil
Di ribaan sang Ibu
Aku Yakin Dia Maha mendengar.
Esok atau lusa
Aku tidak mengemis lagi
Pada sang manusia
Apa yang ada ditangan kiri
Atau ditangan kanan
Kucapai dengan yakin
Rabb ku Maha Kaya
Apalah ertinya tangan manusia
Tangan Allah diatas segalanya
Moga aku kuat
Berpaut hanya padaNya.

Nukilan Pena Cahaya Minda.
3 February 2020

No comments:

Post a Comment

  Renungan 2020. Tidak jauh terlemper pandangan Lantaran tersekat didrmaga detik Namun fikiran dan zikir Merawang dikaki Langit Samawi Maha ...