Jasad kerdil ku
Menumpang bernafas
Dibumi asing
Bukan bergolok gadai
Atau berdagang maruah
Tapi mengejar redha
Yang bergerak pantas
Sedang langkah tersekat
Tanpa pinta.
Menumpang bernafas
Dibumi asing
Bukan bergolok gadai
Atau berdagang maruah
Tapi mengejar redha
Yang bergerak pantas
Sedang langkah tersekat
Tanpa pinta.
Harapan angin berlalu
Membisik berita tak pasti
Tindak bagai gelang perak
Tergadai didermaga lenggang
Kita bukan siapa siapa
Perlu disiapkan cadar
Menghembur permata nilam
Yang menjadi permata
Itulah namanya harapan
Terdempar dibatas waktu.
Membisik berita tak pasti
Tindak bagai gelang perak
Tergadai didermaga lenggang
Kita bukan siapa siapa
Perlu disiapkan cadar
Menghembur permata nilam
Yang menjadi permata
Itulah namanya harapan
Terdempar dibatas waktu.
Ah bertapa aku kembali
Belajar kebangku sekolah
Agar jadi pakar
Mentafsir samarnya mimpi
Kelibat bukan bayangan
Bayangan tak jadi jasad
Lalu terbiar sepi
Wujud hakiki terlanjur asing.
Dalam remang yang tak pasti.
Belajar kebangku sekolah
Agar jadi pakar
Mentafsir samarnya mimpi
Kelibat bukan bayangan
Bayangan tak jadi jasad
Lalu terbiar sepi
Wujud hakiki terlanjur asing.
Dalam remang yang tak pasti.
Nukilan Pena Cahaya Minda.
16 february 2020

No comments:
Post a Comment