Wednesday, February 27, 2019

Kinabalu Menanti Samudera

Kinabalu menanti Samudera
Dengan bahasa mimpi
Misal yang mencari makna
Detik merempuh zaman
Kami menanti kinabalu
Bersatu dengan danau
Agar menjadi semudera
Yang tidak akan kering
Berabad dan berkurun
Andai turun lahar Kinabalu
Sampai kelembah Marudu
Pertanian subur sampai Kudat
Mata air mengalir dingin
Mengusir panas mentari
Akhirnya kundasang dingin
Diselubungi salju damai
Esok bukan lagi sebuah igau
Buat sejati tanah leluhur
Perstiwa menyingkap hijab
Malam ini fikiran berjaga
Sesekali awan diawangan
Mengumpal asap mengarah bayu
Penantian bukan lagi sahabat
Tapi musuh sebuah kenyataan
Ramai yang berkeinginan
Agar terus disangkar malam
Apakah hari ini telah hadir
Atau masih kemarin berseloka
Dendam kesumat berkecamuk
Jawaban kekal kumat kamit
Dibibir hanya nafas kencang
Mengusir hadir berita sungsang
Bukan hari ini bila lagi
Kami tidak sudi menjadi penanti
Yang tidak pasti jadilah pasti
Seperti Nabalu walau dilanda gempa
Kekal istiqamah lantaran pasak kuat
Berpaut pada akar bumi dibawah bayu
Alam menjadi saksi
Kinabalu adalah warisan
Yang coba menyingkir ter singkir
Ayuh anak anak bangsa ku
Kita telah lama menjadi warisan
Sejak dini Sabahan silam
Tidak akan hilang lakab suku
Lantaran kita adalah warisan Sabahan
Dibuang keNabalu jadi permata
Dilempar kesemudera jadi mutiara
Dikubur dilembah jadi intan
Dibiar terbiar jadi emas
Asal kekal jadi milik Pemilik Abadi.
Nukilan Cahaya Minda dini 6.Nov 2018.

Image may contain: cloud, mountain, sky, outdoor, nature and water

No comments:

Post a Comment

  Renungan 2020. Tidak jauh terlemper pandangan Lantaran tersekat didrmaga detik Namun fikiran dan zikir Merawang dikaki Langit Samawi Maha ...