Thursday, February 28, 2019

Perjalanan Terhenti

Perjalanan terhenti.
Ku galas waktu yang tidak menentu
Remang cahaya gagah siang hari
Mengugah semangat yang sedia membara
Jauhnya perjalanan tidak mungkin diukur
Melainkan pengukur kelajuan cahaya
Tepat namun setia mendakap remang sinar
Yang malap lantaran langkah sumbang
Seperti bayang bayang senja
Sedih kuiring ketawa menyimpan rahasia
Biar pecah diperut jangan dimulut
Darah mengalir mengubat luka tidak berparut.
Ah malam siapa mengundang datang
Langkahnya istiqamah dan tawakal
Tangis tanpa sandiwara dan airmata
Tawa cuma penghibur lara
Perstiwa ini pahit untuk ditelan
Namun manis untuk diluah
Minda ligat melangit sesakali turun
Menyelami samudera kehidupan untuk ditafsir
Kalimat teranyam sukar difahami
Benarkah kalau malam ada mentari
Sedang siang purnama pun terang
Kukucil langkah kuredah titah
Moga matang menanti dituai.
Berjuanglah walau berat jangan ditimbang
Ringan jangan sesekali dijinjing
Adat buah pasti simalakala
Dimata terpandang lidah merasa
Pahit bukan racun kepalang
Tapi manis biar selalu terhalang
Akan datang gerbang cemerlang
Biarlah kata disambar helang
Namun di UK sukma terbuang
Mencari jalan mimpi berpatah pulang.
Nukilan Pena Cahaya Minda @17,jan,2019

Image may contain: 3 people, including Saripudin Bujing, people smiling, people standing and indoor

No comments:

Post a Comment

  Renungan 2020. Tidak jauh terlemper pandangan Lantaran tersekat didrmaga detik Namun fikiran dan zikir Merawang dikaki Langit Samawi Maha ...