Talian Hayat
Kesekian kali aku kehilangan
Kesekian kali aku temui
Untuk kesekalian kalinya kita bersama
Jelapang hayat bungkam bernada
Entah talian hayat antara kita
Sering bertaup bersimpul kalis bosan
Hati kalbu sukma antara kita
Mudah serasi serasa mesra manja
Kesekian kali aku temui
Untuk kesekalian kalinya kita bersama
Jelapang hayat bungkam bernada
Entah talian hayat antara kita
Sering bertaup bersimpul kalis bosan
Hati kalbu sukma antara kita
Mudah serasi serasa mesra manja
Akan kukhabarkan pada alam maya
Laluan hayat antara kita
Berubah menjadi talian hayat
Berzaman berkurun jadi legenda
Alam haiwan dan manusia
Sukar dipisahkan melainkan takdir
Yang mengorak tadbir dipersada bumi
Meniti dibibir generasi ibarat puisi
Terukir dipiagam salsilah deklamasi
Susunan kalimat sumbang dimengerti
Laluan hayat antara kita
Berubah menjadi talian hayat
Berzaman berkurun jadi legenda
Alam haiwan dan manusia
Sukar dipisahkan melainkan takdir
Yang mengorak tadbir dipersada bumi
Meniti dibibir generasi ibarat puisi
Terukir dipiagam salsilah deklamasi
Susunan kalimat sumbang dimengerti
Ah! pencinta kasih cuma yang mengerti
Aku tidak punya kudrat sekuat itu
Kalau bukan anugerah Yang Empunya alam
Prasasti ini bukan saksi dipuncak saksi
Andai sukma ku menjadi logam
Disemudera terapung menjadi pulau
Didaratan terpasak menjadi gunung
Dan dicebisan kertas menjadi puisi
Aku tidak punya kudrat sekuat itu
Kalau bukan anugerah Yang Empunya alam
Prasasti ini bukan saksi dipuncak saksi
Andai sukma ku menjadi logam
Disemudera terapung menjadi pulau
Didaratan terpasak menjadi gunung
Dan dicebisan kertas menjadi puisi
Andai nanti hembusan udara berhenti
Indra kehilangan kemilau cahaya
Nadi pasti tidak berdetik lagi
Kenangan tersimpan dimemory hayat
Buat generasi penerus cinta kasih ku
Deklamasikan puisi sumbang ini
Kamu akan saksikan pepohon dirimba
Menitiskan air melalui dedaun hijau
Walau kemarau melanda buana.
Indra kehilangan kemilau cahaya
Nadi pasti tidak berdetik lagi
Kenangan tersimpan dimemory hayat
Buat generasi penerus cinta kasih ku
Deklamasikan puisi sumbang ini
Kamu akan saksikan pepohon dirimba
Menitiskan air melalui dedaun hijau
Walau kemarau melanda buana.
Nukilan Cahaya Minda @28,oct,2018

.
No comments:
Post a Comment